
Jakarta - Seperti halnya Timnas Indonesia, Timnas Filipina juga punya banyak pemain naturalisasi. Satu di antaranya adalah Javier Mariona.
Javier Mariona lahir dan besar di Amerika Serikat, saat ini ia masih berusia 20 tahun. Darah Filipina mengalir dari ibunya, yang juga lahir dan besar di Negara Paman Sam. Sedangkan ayahnya berasal dari El Savador.
Javier Mariona pernah mencuri perhatian pecinta sepak bola Indonesia, saat ia memperkuat Timnas Filipina di ajang Mitsubishi Electric Cup 2024.
Indonesia dan Filipina berada di Grup B, bersama tim lainnya yakni Vietnam, Myanmar serta Laos. Duel Indonesia vs Filipina mentas di Stadion Manahan Solo, 21 Desember 2024. Saat itu, Indonesia takluk 0-1.
Javier Mariona tak pernah melupakan momen indah dan sarat kenangan kala bermain di Stadion Manahan Solo yang menurutnya sangat keren.
Alasan Pilih Timnas Filipina

Lewat kanal YouTube Bola.com belum lama ini, geladang petarung itu juga membeberkan aktifitas saat ini.
"Saya sekarang di California Selatan. Klub saya saat ini SoCal dari San Francisco, sekitar lima jam perjalanan. Saya pikir di sini cukup panas, mirip seperti di gurun. Panas yang sangat kering," katanya.
"Tapi tidak apa-apa. Aku sangat senang bagian dari klub. Saya sangat menyukai sepakbola. Kakek saya bermain sepakbola dan ibuku bermain tenis. Jadi saya memilih sepakbola," imbuhnya.
Menurutnya, ia memilih Timnas Filipina karena lebih dulu dihubungi dan ia ingin mengikuti jejak kakeknya yang pernah tampil di Piala Dunia 1970 di Meksiko sebagai kapten Timnas El Savador.
"Kakek saya banyak bermain sepak bola di El Savador. Dia adalah pemain profesional, bermain di Piala Dunia. Dia kapten pertama yang berhasil sampai Piala Dunia 1970 di Meksiko. Jadi kakek saya selalu dibicarakan," ujarnya.
"Dia memiliki harapan yang sangat tinggi. Jadi mungkin aku bisa mengikuti jejaknya. Timnas Filipina menghubungi saya. Jadi itu adalah jalur yang baik bagi saya," tukas pemilik nama lengkap Javier Alessandro Jacutin Mariona.
Bermain dengan Hati
"Karena saya tahu ketika memilih Amerika Serikat, El Savador, atau Timnas Filipina saya akan memberikan 120 persen di mana pun saya berada. Saya tahu, saya akan bermain dengan hati karena itu merupakan kesempatan," Javier Mariona menuturkan.
"Filipina mengatakan, 'Hei, kami siap menjadikan Anda bagian dari tim kami. Apakah kamu siap?'"
"Saya melihat ada rencana potensial dan itu bisa menuntunku dan saya ingin bagian dari tim ini. Jadi begitulah saya mendapatkan kesempatan. Akhirnya saya bermain untuk Timnas Filipina," kisahnya.
Kagum dengan Stadion Manahan

Bermain bersama Timnas Filipinan tentunya menjadi kebangaan tersendiri dan momen yang tak terlupakan kala ia bermain di Stadion Manahan Solo. Ia mengaku kagum dengan fans Timnas Indonesia.
"Aku bisa merasakan cinta mereka terhadap tim nasional. Aku ingat, bahkan sebelum pemanasan. Dalam karierku, aku belum pernah melihat itu sebelumnya. Sungguh luar biasa. Stadion dibangun seperti kubah. Saya merasa stadion bergetar dan itu sangat keren," Mariona menuturkan.
"Anda tahu, saya datang dari Amerika Serikat, di mana kadang-kadang di divisi ketiga atau divisi kedua Anda akan mendapatkan kerumunan yang lebih besar sekitar 7 ribu penonton. Bukan perbandingan jumlah yang sangat besar," pungkasnya.